Pengertian Problem-Focus Coping



TEORI  PROBLEM-FOCUS COPING

Pengertian Problem-Focus Coping
Sumber Gambar: Penjajailmu.blogspot.com
Menurut Lazarus dan Folkman (1984) coping adalah upaya perubahan kognitif dan perilaku secara konstan untuk mengelola tekanan eksternal dan internal yang dianggap melebihi batas kemampuan individu. Adapun fungsi coping tersebut adalah menjelaskan perbedaan kepercayaan antara coping secara langsung melalui tindakan dan coping yang meregulasi respon emosi  pada individu. Salah satu strategi coping menurut Folkman dan Lazarus adalah problem- focused coping.  Folkman & Lazarus menyatakan bahwa problem-focused coping merupakan strategi yang digunakan dalam menyelesaikan masalah, seperti mendefinisikan suatu masalah, menghasilkan solusi alternatif, mempertimbangkan alternatif secara efisien, memilih alternatif dan bertindak, strategi problem-focused coping beroreintasi pada penyelesaian masalah (1984). Menurut Carver,dkk (1985) problem-focused coping adalah menyelesaikan masalah atau melakukan sesuatu untuk mengubah sumber stres. Carver, dkk (1985) mengemukakan 5 macam problem-focused coping yaitu menghadapi masalah secara aktif, perencanaan, mengurangi aktifitas persaingan, pengendalian, mencari dukungan sosial. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa problem-focused coping adalah menyelesaikan masalah untuk megurangi sumber stres dengan cara penyelesaian masalah secara langsung.


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Problem-Focused Coping
Startegi coping dipengaruhi oleh penilaian kognitif pada setiap individu. Strategi coping diperlukan untuk mengatasi stres  dari eksternal maupun dari internal. Antonovsky, 1979 (dalam Lazarus & Folkman, 1984) menggunakan metode generalisasi untuk menggambarkan sumber karakteristik resisten pada individu dalam mengelola stres. Karakteristiknya yaitu, fisik, biokimia, kognitif, emosional, sikap, interpersonal, makro sosial budaya.
Menurut Lazarus & Folkman (1984), faktor-faktor yang mempengaruhi problem- focused coping adalah:
a.       Kesehatan dan Energi (health and energy)
Kesehatan dan energi mempengaruhi berbagai macam bentuk strategi coping pada individu dan juga stres. Apabila individu dalam keadaan rapuh, sakit, lelah, lemah, tidak mampu melakukan coping dengan baik.  Sehingga kesehatan fisik menjadi faktor penting dalam menentukan strategi coping pada individu.
b.      Keyakinan yang positif  (positive beliefs)
Penilaian diri secara positif dianggap sebagai sumber psikologis yang mempengaruhi strategi coping pada individu. Setiap individu memiliki keyakinan tertentu yang menjadi harapan dan upaya dalam melakukan strategi coping pada kondisi apapun. Sehingga penilaian mengenai keyakinan yang positif merupakan sumber strategi coping, hal ini dipertegaskan seorang penulis Norman Vincent Peale yang mengatakan fungsi kekuatan berfikir positif dan memiliki kemampuan menjadikan individu memiliki pengalaman yang baik.
Sebuah penelitian Caprara, dkk (2006) mengenai self-efficacy yang merupakan faktor untuk berpikir positif dan mencapai kebahagian, menemukan bahwa self-efficacy pada remaja mengontrol emosi positif dan negatif, emosi yang positif membentuk keyakinan yang positif pada individu.
c.       Kemampuan Pemecahan Masalah (problem solving skill)
Kemampuan pemecahan masalah pada individu meliputi kemampuan mencari informasi, menganalisis situasi yang bertujuan mengidentifikasi masalah untuk menghasilkan alternatif yang akan digunakan pada individu, mempertimbangkan alternatif yang akan digunakan, mempertimbangkan alternatif dengan baik agar dapat mengantisipasi kemungkinan yang terburuk, memilih dan menerapkan sesuai dengan tujuan pada masing-masing individu, hal ini merupakan faktor yang mempengaruhi strategi coping.
Penelitian Jahnke, dkk (1995) mengenai penyelesaian masalah dipengaruhi oleh keadaan emosi setiap individu. Keadaan emosi individu dipengaruhi oleh usia, juga perbedaan usia mempengaruhi strategi penyelesaian yang akan dilakukan individu. Individu yang menyelesaikan masalah dengan cara menghindar cenderung memiliki keadaan emosi yang tidak matang. Sedangkan individu yang menyelesaikan masalah secara langsung cenderung memiliki kematangan emosi.
d.      Keterampilan sosial (social skills)
Keterampilan sosial merupakan faktor yang penting dalam  strategi coping karena pada dasarnya manusia merupakan makhluk sosial, sehingga individu membutuhkan untuk bersosialisasi. Keterampilan sosial merupakan cara untuk menyelesaikan masalah dengan orang lain, juga dengan keterampilan sosial yang baik memungkinkan individu tersebut menjalin hubungan yang baik dan kerjasama dengan individu lainya, dan secara umum memberikan kontrol perilaku kepada individu atas interaksi sosialnya dengan individu lain.
e.       Dukungan sosial (social support)
Setiap individu memiliki teman yang dekat secara emosional, pengetahuan, dan dukungan perhatian yang merupakan faktor yang mempengaruhi  strategi coping pada individu dalam mengatasi stres, terapi perilaku, epidemologi sosial.
f.       Sumber material (material resources)
Sumber material salah satunya adalah keuangan, keadaan keuangan  yang baik dapat menjadi sumber strategi coping pada individu. Secara umum masalah keuangan dapat memicu stres individu yang mengakibatkan meningkatnya pilihan dalam strategi coping untuk bertindak. Salah satu manfaat material bagi individu mempermudah individu dalam kepentingan hukum, medis, keuangan dan lain-lain. Hal ini menyebabkan individu yang memiliki materi dapat mengurangi resiko stres. 

Karakteristik Problem-Focused Coping
Menurut Carver dkk, (1985) karakteristik problem-focused coping ada lima macam yaitu:
a.   Menghadapi masalah secara aktif, yaitu proses menggunakan strategi untuk mencoba menghilangkan stressor. Strategi ini meliputi memulai tindakan langsung, meningkatkan usaha, dan menghadapi masalah dengan cara-cara yang bijaksana.
b.   Perencanaan, adalah berpikir mengenai bagaimana menghadapi stresor. Membuat strategi yang akan dilakukan, juga memikirkan bagaimana cara untuk mengurangi masalah dan bagaimana mengatasi masalah.
c.  Mengurangi aktifitas-aktifitas persaingan yaitu individu mengurangi keterlibatan dalam aktifitas yang menimbulkan persaingan sebagai cara untuk dapat lebih fokus pada masalah yang dihadapinya.
d.      Pengendalian, yaitu menunggu kesempatan yang tepat untuk bertindak, menahan diri, dan tidak bertindak secara gegabah. Pada dasarnya strategi ini tidak dianggap sebagai suatu strategi menghadapi masalah yang potensial, tetapi terkadang responnya cukup bermanfaat dan diperlukan untuk mengatasi tekanan, karena perilaku seseorang yang melakukan strategi pengendalian diri difokuskan untuk menghadapi tekanan secara efektif.
e.       Mencari dukungan sosial karena alasan instrumental, yaitu mencari nasehat, bantuan atau informasi.

Referensi:
Jika membutuhkan informasi mengenai sumber referensi pada artikel diatas, silahkan E-mail ke: Niki.albangkalisi@gmail.com 
Kontributor artikel: Elise Citrawati


ARTIKEL TERKAIT

SHARE THIS POST

Author: admin
Lorem ipsum dolor sit amet, contetur adipcing elit, sed do eiusmod temor incidunt ut labore et dolore agna aliqua. Lorem ipsum dolor sit amet.

0 komentar :